Jakarta (ANTARA News) - Indonesia dinilai memiliki potensi yang besar untuk menjadi produsen tanaman organik terbesar di dunia.Menteri Pertanian Anton Apriyantono di Jakarta, Jumat mengatakan, Indonesia sangat kaya plasma nutfah dan sebagian besar lahan pertaniannya, khususnya di luar Jawa masih bersifat”virgin sehingga dengan sendirinya produk yang dihasilkannya merupakan pangan organik.

“Bagi Indonesia produk pertanian organik yang dapat kita hasilkan seharusnya bisa lebih beragam dari Thailand,” katanya.

Anton mengatakan, Indonesia memiliki berbagai macam varietas buah tropis, selain itu juga produk organik di sektor perkebunan seperti kopi, lada dan coklat.

Potensi produk organik tersebut juga terdapat pada komoditas tanaman pangan di antaranya padi dan jagung serta di sektor peternakan dan perikanan.

“Selain itu potensi pasar dalam negeri di Indonesia juga lebih besar dari Thailand. Ini menggambarkan potensi dan prospek pertanian di Indonesia sangat bagus,” katanya.

Mentan menyatakan, pertumbuhan pasar produk pangan organik di dunia meningkat pesat yang mana pada 1997 baru sekitar 10 miliar dolar AS namun pada 1998 telah mencapai 13 miliar dolar AS.

Pada 2003, kata Mentan pada peluncuran “Workshop Nasional Pengembangan Pangan Organik” dan “Indonesian Organic and Healthy Expo 2007″, pasar global produk pangan organik tersebut meningkat hingga mencapai 27 miliar dolar AS.

Pasar global produk pangan organik, sebagian besar berada di negara maju khususnya Eropa, Amerika dan Jepang.

“Diperkirakan pasar pangan organik global akan mencapai angka 100 miliar dolar AS pada 2010,” katanya.

Sementara itu pertumbuhan pasar pangan organik di Indonesia terlihat dengan meningkatnya jumlah petani organik, outlet-outlet supermarket dan rumah makan yang menjual produk pangan organik.

Selain itu, lanjut Mentan, pemasaran produk organik ke Eropa seperti kopi dan rempah-rempah serta sayuran organik ke Singapura mulai berkembang.(*)

Tags:

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.