TEMPO Interaktif, Jakarta:
Departemen Pertanian menyediakan anggaran Rp 19 miliar untuk sistem tanam padi organik metode System Rice Intensification (SRI).

Anggaran dari APBN 2007 itu akan diberikan dalam bentuk penyediaan mesin pembuat kompos sebanyak 80 unit. Sebelumnya pemerintah menganggarkan dana Rp 3 miliar untuk metode pertanian hemat air ini.

Direktur Pengolahan Lahan, Dirjen Pengolahan Lahan dan Air, Departemen Pertanian, Suhartanto, mengatakan pemerintah mendukung metode pertanian SRI karena dapat memberikan produktivitas padi yang lebih tinggi dari metode pertanian konvensional. “Disisi lain, pertanian ini ramah lingkungan karena menggunakan pupik alami,” ujarnya di Jakarta Kamis (26/7).

Departemen Pertanian, kata Suhartanto, juga membantu sosialisasi dan percontohan padi SRI organik kepada petani. Tujuannya untuk mengubah cara pandang budidaya tanam padi yang biasa menggunakan banyak air dan pupuk kimia.

Suhartanto menambahkan Pola pertanian ini tentu sesuai sengan kondisi Indonesia yang memiliki musim kemarau panjang dan lahan pertanian yang semakin menyempit.

Tags:

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.