Berdasarkan cara pembuatan pupuk organik dapat dikelompokkan menjadi 3 macam :
1) Pembuatan Pupuk Organik Dan Kotoran Ternak Yang Tercampur Dengan Sisa Pakan/Hijauan (Jerami / Rumput)
- Timbun kotoran ternak yang bercampur dengan rumput jerami di tempat yang teduh dan beratap, tumpukan maximal 2 M tingginya.
- Kemudian tumpukan/timbunan, tersebut disiram dengan air yang sudah dicampur dengan Starter (0,1%) dengan cara dipercik-percikan hingga merata, maka suhu pada tumpukan bagian dalam setelah beberapa hari akan naik hingga 70 C.
- Diamkan selama 2 minggu (14 hari), kemudian diaduk hingga rata, sehingga suhunya turun lebih kurang 40 C.
Pengadukan dilakukan setiap 2 minggu sekali dan perlakuan ini dilakukan sampai 2-3 bulan (4-6 kali pengadukan)
- Setelah 3 bulan, pupuk organik sudah jadi dan dapat digunakan sebagai pupuk.

  1. Pembuatan Pupuk Organik Dan Kotoran Ternak Yang Tidak Tercampur Dengan Sisa Pakan Hijauan
    - Kotoran Ternak Segar dikeluarkan dari kandang, dijemur hingga setengah kering (lakukan tiap hari)
    - Caranya dihamparkan tipis-tipis dan ditimbun tiap hari di atasnya sambil diaduk-aduk hingga setengah kering
    - Kumpulkan dan tumpuk di tempat terpisah pada ruangan yang beratap
    - Kotoran Ternak Segar yang bercampur dengan sisa - sisa pakan di aduk setiap 3-4 hari sekali lakukan selama 30 hari dan ditambahkan Starter 0,1% dengan cara dipercik-percikan
    - Tumpukan bahan yang setengah jadi tersebut dicampur dengan kotoran sapi setengah kering dari luar, kemudian diaduk. Hal ini dilakukan setiap hari
    - Pencampuran antara tumpukan bahan pupuk (setengah jadi dengan kotoran ternak setengah kering, dimaksudkan untuk mempercepat proses. Pupuk organik sudah dapat dipergunakan sebagai pupuk, disamping digunakan sebagai bibit pupuk organik untuk pembuatan berikutnya
    - Pupuk Organik yang akan dijual dilakukan pengayakan dan pengemasan, disamping itu harus diberi lebel.
    3) Pembuatan Pupuk Organik Melalui Biodigester Bagi Peternak Yang Memanfaatkan Biogas. Biodigester Yang sudah aktif menghasilkan biogas, sisa kotoran ternak yang sudah terurai akan keluar secara sendiri dari pipa pengeluaran dan ditampung pada penampungan, berbentuk lumpur atau slury :
    - Pindahkan sisa kotoran ternak (slury) dan bak penampungan ke bak pemrosesan pupuk organik yang beratap. Isi hingga 3/4 bagian, biarkan mengering air keluar dan alas kaki yang dibuat miring dan diberi lubang
    - Setelah didiamkan 1 minggu (agak mengering) tambahkan Starter yang sudah diaktifkan (cairan Starter 0,1%).
    Penggunaan larutan Starter 0,1% untukmempercepat proses pengomposan dengan cara dipercik-percikan atau disemprotkan dengan sprayer (jangan terlalu basah atau terlalu kering untuk menjaga agar suhu pemrosesan/ pengomposan antara 45-65?C dengan kelembaban antara 40-50%)
    - Aduk-aduk hingga merata dan setiap 7 hari (1 minggu) dilakukan pembalikan
    - Setelah kurang lebih 1 bulan pupuk organik sudah dapatdigunakan
    - Pupuk organik yang akan dipasarkan dilakukan pengayakan dan pengemasan serta pelabelan.

Tags:

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.