Mundurnya musim hujan selama sebulan sebaiknya disikapi petani dengan bijak. Untuk mengurangi kerugian waktu, petani disarankan mulai menyebarkan benih sekitar 15 hari sebelum musim hujan datang. Petani bisa menggunakan persemaian metode kering yang tidak banyak membutuhkan air.

Berdasarkan perkiraan Badan Meteorologi Geofisika dan Klimatologi (BMKG), curah hujan tinggi baru akan turun pada akhir November. “Artinya petani bisa mulai membuat persemaian sekita pertengahan November. Kalau benihnya sudah siap, petani bisa langsung tanam begitu hujan deras datang,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bantul, Edy Suharyanto, Selasa (6/10).
Bila petani menyemaikan benih menunggu musim hujan tiba maka mereka rugi waktu sekitar setengah bulan. Ketentuan tersebut disarankan bagi petani di lahan irigasi yang tidak baik. Di Bantul ada sekitar 4.200 hektar sawah yang irigasinya tidak baik, sementara sisanya 12.000 hektar tidak bermasalah dengan suplai air sehingga tidak mengalami kesulitan meski kemarau panjang.

Untuk menyiapkan benih sebelum musim hujan tiba, petani bisa menggunakan metode persemaian kering. Caranya dengan menaburkan gabah di lahan yang sudah disiapkan. Gabah yang sudah disebar lalu ditutup dengan tanah baru kemudian ditutup lagi dengan jerami. “Kalau persemaian dengan suplai air cukup, gabah tidak perlu ditutup pakai tanah tetapi langsung pakai jerami. Tanah membuat efek kelembapan lebih tinggi sehingga kebutuhan airnya berkurang,” jelasnya.

Edy juga mengingatkan agar petani tidak terkecoh dengan cuaca mendung selama sepekan terakhir. Kondisi mendung tidak menjadi petunjuk akan segera datang musim hujan. Supaya tidak salah menentukan masa tanam, petani bisa menggunakan ilmu pranoto mongso. Sayangnya, para petani khususnya petani-petani muda sudah mulai meninggalkannya.

BANTUL, KOMPAS.com

Tags:

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.