ANTARA - Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo melarang petani menjual padi mentik wangi dalam bentuk gabah, dan mensarankan agar menjualnya dalam bentuk beras karena akan memberikan nilai tambah.

“Saya melarang petani Sawangan menjual mentik wangi dalam bentuk gabah karena hanya akan menguntungkan pedagang luar daerah,” kata Bibit Waluyo di Magelang, Senin.

Ia mengatakan hal tersebut saat memberikan bantuan penguatan Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat (LDPM) kepada Gabungan Kelompok Tani Permatasari, Desa Tirtosari, Sawangan, Magelang.

Pada kesempatan tersebut Gubernur memberikan bantuan Rp75 juta dari APBN kepada Gabungan Kelompok Tani Permatasari untuk mendukung permodalan membeli hasil panen petani.

Ia mengatakan, selama ini hasil panen mentik wangi diborong para petani dari berbagai daerah. Padahal keuntungan paling besar beras mentik wangi pada perdagangan beras.

Gubernur berharap Gabungan Kelompok Tani Permatasari mampu menampung seluruh hasil panen petani sehingga mereka turut menikmati keuntungan dari mentik wangi. Selain beras, petani bisa mendapatkan bekatul, dedak, dan sekam serta tenaga kerja yang terlibat juga semakin banyak sehingga bisa menciptakan banyak lapangan kerja.

“Jangan sampai petani yang menanam memperoleh keuntungan sedikit sementara pedagang yang tidak tahu cara menanam memperoleh keuntungan terbesar,” katanya.

Luas lahan padi mentik wangi susu di Kecamatan Sawangan sekitar 300 hektare. Setiap minggu Gabungan Kelompok Tani Permatasari memanen padi sekitar 10-20 hektare. Jika setiap hektare menghasilkan padi sekitar tujuh ton maka padi yang harus dibeli sebanyak 140 ton per minggu.

Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Provinsi Jawa Tengah Gayatri Indah Cahyani berharap bantuan penguatan LDPM akan mampu meningkatkan daya beli, memperkuat posisi tawar petani, dan meningkatkan akses pangan melalui pemanfaatan peluang pengembangan produk agribisnis bernilai ekonomi tinggi dan ramah lingkungan.

Ia mengatakan akan mengawasi dan melakukan evaluasi terhadap gabungan kelompk tani penerima bantuan. Gabungan kelompok tani dengan kinerja baik akan diberi tambahan bantuan modal, sementara yang tidak, modal akan dihentikan.

Senin, 07 Jun 2010 17:24:19 WIB | Oleh : Heru Suyitno

Tags:

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.