Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi kemarau dini akan melanda bebrapa daerah di Indonesia. Tak pelak, hal itu akan memengaruhi masa tanam sehingga petani diminta waspada dan mempersiapkan diri.

“Pada Maret 2011, ada lima zona musim yang terkena kemarau dini, yaitu Bima dan Dompu (Nusa Tenggara Batar) serta Ende bagian selatan, Sikka bagian barat, dan Kepulauan Solor dan Alor (Nusa Tenggara Timur),” kata Kepala Bidang Informasi Iklim BMKG Endro Santoso dalam diskusi terbatas produksi padi dan perubahan iklim di Jakarta, kemarin.

BMKG menambahkan prediksi pada Maret 2011 ini khususnya di wilayah selatan ekuator untuk Indonesia bagian barat dan tengah menunjukkan suhu permukaan laut sedikit dingin hingga netral. Untuk April-Agustus, akan makin banyak daerah yang memasuki musim kemarau.

Pada April, terdapat 41 zona musim termasuk sebagian besar Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT. Sementara puncak kemarau akan terjadi pada Mei, yaitu di 65 zona musim seperti Sumatera Selatan dan Jawa Tengah, juga Juni dengan 68 zona musim seperti Jawa Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Barat, dan sebagainya.

Meskipun demikian, BMKG juga memperingatkan petani untuk tetap mewaspadai cuaca ekstrem yaitu kemarau basah yang merupakan hujan di saat musim kemarau seperti yang terjadi di 2010.

Menanggapi hal itu, Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan Winarno Tohir menyatakan prakiraan BMKG sebagai peringatan dini untuk mengantisipasi ketidakpastian musim di 2011. Mereka harus belajar dari pengalaman 2010 betapa cuaca ekstrem menjadi bencana dahsyat bagi dunia pertanian.

“Pada 2010, iklim sangat menyakitkan bagi petani sehingga ramalan BMKG ini semoga bisa dijadikan peringatan dan membuat para petani waspada dan mempersiapkan diri,” kata Winarno. (*/MICOM)

Tags:

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.