KOMPAS.com - Guna menciptakan swasembada pangan khususnya padi, pemerintah dinilai perlu melakukan intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian misalnya meningkatkan akses petani terhadap inovasi, kredit, sarana produksi dan pemasaran. Salah satu upaya yang perlu dilakukan adalah meningkatkan kelembagaan petani melalui pengorganisasian petani dalam kelompok tani dan gabungan kelompok petani padi, dan pengembangan adanya asosiasi petani padi nasional perlu dilakukan.

“Hal ini agar petani mempunyai posisi tawar tinggi, serta perlu dirangsang untuk mandiri. Agar dalam jangka panjang mampu mewujudkan adanya badan usaha p adi yang langsung menjadi mitra kerja Bulog,” ujar pakar perberasan asal Universitas Brawijaya Malang, Nuhfil Hanani, Kamis (3/3/2011) di Malang.

Organisasi petani padi akan bisa menjadi salah satu mitra kerjasama Bulog dalam hal pasokan padi dari waktu ke waktu. Sebab, organisasi inilah yang dinilai paling mengetahui produktivitas beras di lapangan. Sementara Bulog bertugas mengetahui kebutuhan beras masyarakat dari setiap daerah. Sinkronisasi dua lembaga ini dinilai akan memberikan gambaran real situasi perberasan nasional dari waktu ke waktu.

“Namun yang lebih penting adalah tetap mengupayakan penurunan konsumsi beras dalam negeri misalnya melalui usaha-usaha penganekara gaman pangan. Selama ini k onsumsi pangan beras dalam negeri sangat tinggi yaitu 139 kilogram per kapita per tahun,” ujar Nuhfil.

Pengenalan konsumsi pangan non beras menurut Nuhfil harus dimulai sejak usia dini, disertai pula pengembangan agroindutri pangan berbasis sumberdaya lokal namun mempunyai kemasan modern (calivornia taste) agar diminati masyarakat.

Tags:

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.