Proses pembibitan

Tahapan proses pembibitan dimulai dari proses pemilihan (seleksi) bibit padi serta penyemaian sebagaimana uraian berikut :

a. Siapkan air tawar dalam ember secukupnya lalu masukkan sebutir telur ayam/bebek, kemudian secara perlahan-lahan masukkan garam dapur sambil diaduk-aduk dengan hati-hati sehingga telur yang semula tenggelam akhirnya terapung. Artinya air tersebut sudah siap dipakai untuk seleksi bibit padi.

b. Masukkan bibit padi ke dalam ember yang berisi air+garam tadi. Bibit padi yang tenggelam itu bibit padi yang baik, sedangkan yang terapung/melayang adalah sebaliknya. Ambil bibit padi yang baik tersebut lalu cuci dengan air bersih beberapa kali kemdian direndam 2 hari, lalu diperam dengan kain basah selama 1-2 malam hingga muncul lembaga bintil putihnya untuk disemai esok harinya. Satu hektar sawah diperlukan setidaknya 5 kg bibit yang baik.

c. Buatlah adukan tanah sawah + kompos/pupuk kandang dengan perbandingan 1: 1. Setelah merata masukkan adukan tanah + kompos tadi ke dalam besek (pipiti) atau gedebog pisang atau fasilitas tempat lain yang praktis setinggi 4 cm (3/4 tinggi pipiti) yang alasnya telah dilapisi plastik atau dedaunan atau di petak sawah langsung yang telah dilapisi plastik. Direkomendasikan adukan ditambah sekam padi yang sudah lapuk 50% untuk penyubur dan memudahkan penarikan benih padi muda satu per satu ketika penanaman.

d. Sirami tanah+kompos dalam pipiti/gedebog pisang tadi agar lembab sebelum ditebar bibit padi yang sudah didiamkan selama 2 malam hingga keluar kecambah. Jumlah tebaran bibit padi per pipiti berkisar 200-250 butir. Tutupi tebaran tersebut dengan lapisan tipis adukan tanah+kompos dan potongan jerami, kemudian disirami sedikit agar persemaian tetap lembab.

e. Selama persemaian dianjurkan malam hari diberi penerangan lampu pijar 75W dengan jarak lampu ke persemaian 1-2 meter dan bebas dari gangguan hewan. Untuk menjaga kelembabanya, persemaian disirami setiap harinya dengan campuran larutan air dan MOL dengan perbandingan 30:1.

f. Setelah persemaian berumur antara 7-10 hari (sejak hari pertama persemaian) bibit padi akan berdaun dua helai dan bibit padi sudah harus ditanam pada petak sawah. Inilah perbedaan pertama cara penanaman metode SRI (System of Rice Intensification) dengan cara konvensional.

Tags: ,

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.