Proses penanaman bibit padi

a.    Pada saat penanaman bibit padi ke petak sawah, kondisi petak sawah tidak boleh tergenang tetapi hanya macak-macak saja. Lama jarak waktu dari pencabutan bibit padi dari persemaian hinggga ke penanaman di petak sawah tidak boleh melebihi 15 menit. Penundaan penanaman lebih dari 15 menit dapat menurunkan kemampuan pertumbuhan anakan rumpun padi.
b.    Gunakan hanya satu bibit padi per posisi tanam, penanaman bibit padi sangat dangkal, hamper tidak dibenamkan sama sekali, hanya kedalaman 0,5-1 cm saja. Posisi akar bibit padi sejajar dengan permukaan tanah sehingga batang bibit padi dan akarnya berbentuk huruf L. kalau penanaman bibit padi dibenamkan batang dan akar akan membentuk huruf J, sehingga akan mengurangi kemampuan bibit padi untuk tumbuh, berkembang dan memiliki akar yang banyak serta kuat. Ini adalah hal yang kedua yang membedakan bertani cara SRI dengan cara tradisional.
c.    Selain cara persemaian dan penanaman tersebut, petani dapat menggunakan cara tanam benih langsung (Tabela). Proses seleksi benih tetap sama, dan benih didiamkan selama 2 hari hingga keluar kecambah . kemudian benih tersebut ditanam tunggal dengan jarak tanam tidak boleh kurang dari 35 cm. sisakan bibit padi sekitar 2% dari kebutuhan seluruh bibit padi yang ditanam sebagai cadangan dan disemai dipinggir petak sawah. Dari berbagai pengalaman di lapangan , bibit yang mati karena sebab tidak akan melebihi angka 2%.
d.    Untuk menekan oertumbuhan gulma, setelah penanaman, sawah agak direndam sedikit di atas macak-macak (1-2 cm di atas pangkal batang padi) selama 10 hari. Setelah 10 hari lalu dikeringkan kembali ke keadaang macak-macak, taburlah kompos mikroba merata per 2 baris tanaman padi lalu dibuat kamilir setiap 2 baris tanaman dengan maksud agar rupun tanaman padi mendapat posisi pinggi kamalir (parit).

Tags: ,

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.