Proses pemeliharaan.

a.    Selama bertanipadi secara SRI, kondisi tanah petak sawah hanya lembab dan macak-macak hingga 2 pekan sebelum panen baru benar-benar dikeringkan sama sekali.
b.    Bila bibit yang ditanam ada yang rusak atau kurang baik pertumbuhannya dalam 10 hari pertama setelah penanaman, lakukanlah penyulaman. Penyulaman harus dilakukan hati-hati jangan sampai ada akar yang rusak, prosedur dan caranya sama seperti oenanaman awal bibit padi, dangkal saja dan jangan terlalu dalam.
c.    Cara bersawah SRI sangat hemat pemakaian air (berkurang kebutuhan air lebih dari 50%). Air dijaga hanya ada di dalam parit sekitar dan tengah sawah saja.
d.    Penyiangan (ngarambet) sangat penting dilakukan dalam metode SRI karena produksi gabah akan berkurang 1-2 ton untuk setiap kali kelalaian penyiangan. Penyiangan dilakukan setiap 2 pekan sekali. Penyiangan pertama harus dilakukan 10 hari setelah bibit padi ditanam. Tujuan utama penyiangan adalah untuk meningkatkan aerasi udara bagi tanah sawah sehingga terjadi suplai udara (oksigen) yang cukup memadai ke dalam tanah, tanah akan lebih subur, dan gas-gas beracun di dalam tanah bisa keluar, sehingga tanah akan lebih gembur. Gulma pengganggu tanaman padi dicabut dan kemudian dibenamkan saja ke dalam tanah. Penyiangan dilakukan dengan menggunakan alat penyiang yang didorong berputar, sekaligus menggali dan mengaduk tanah.

Tags: ,

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.