JAKARTA–MICOM: Pemerintah Indonesia memperpanjang kontrak kerja sama pengadaan beras dari Thailand sebesar 1 juta ton akan diperpanjang pada Desember 2011, sedangkan kontrak 1 juta ton beras dari Vietnam akan dilakukan pada akhir 2012.

Hal ini diutarakan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu menjawab pertanyaan wartawan di Istana Presiden, Jumat (9/9), seusai menghadiri rapat internal soal kunjungan PM Thailand dan PM Vietnam.

Menurut Mari, pemerintah Thailand dan Vietnam memberi lampu hijau bagi Indonesia untuk melanjutkan kerjsa sama pengadaan beras di dalam negeri menyusul tingginya stok beras di dua negara tersebut.

“(Thailand) 1 juta ton, (Vietnam) sama juga 1 juta ton. Untuk Thailand biasanya kita per 2 tahun, berarti 2012-2014. Vietnam (akhir) 2012 akan kita perpanjang,” ujar Mari Elka.

Ketika ditanya, kapan dua negara tersebut telah menyatakan kesediaan untuk perpanjangan kontrak, Mari mengatakan selama ini pemerintah Indonesia dengan dua negara tersebut terus melakukan komunikasi secara bilateral.

Terkait dengan kekhawatiran pangan di tingkat dunia, Mari mengatakan baik Thailand dan Vietnam tidak mempermasalahkan hal tersebut karena stok beras di dua negara itu cukup tinggi saat ini.

“Tidak ada masalah. Dia stoknya tinggi kok. Kalau Thailand 8 juta ton stok berasnya, Vietnam sekitar 3 atau 4 ton,” Ujar Mari.

Menurutnya, pemerintah Indonesia mengajukan perpanjangan kerja sama pengadaan beras selama dua tahun dengan Thailand untuk periode 2012-2014 sebanyak 1 juta ton, setelah berakhir Desember 2011.

Jumlah yang sama juga akan diminta Indonesia pada Vietnam.

Namun perpanjangan baru dilakukan tahun 2012, karena kerja sama dengan negara tersebut untuk pengadaan beras baru berakhir pada akhir tahun depan. (Mad/OL-10)

Jumat, 9 September 2011
Sumber : media indonesia

Tags:

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.