Pertama kali saya mengembangkan gagasan mengenai enzim pangkal ini karena saya mengamati bahwa ketika suatu area khusus dalam tubuh sangat membutuhkan, dan oleh karenanya mengonsumsi satu jenis enzim tertentu dalam jumlah besar, bagian-bagian lain tubuh cenderung mengalami kekurangan enzim mereka sendiri yang dibutuhkan. Contohnya, jika alkohol dalam jumlah besar dikonsumsi, satu jenis enzim tertentu dalam jumlah lebih besar besar daripada biasanya dibutuhkan untuk menguraikan alkohol tersebut dalam hati sehingga menyebabkan kekurangan enzim yang diperlukan untuk pencernaan dan penyerapan di dalam lambung dan usus.

Saat ini enzim menarik perhatian seluruh dunia sebagai unsur kunci yang mengontrol kesehatan kita, dan walaupun penelitian terus berkembang, banyak hal yang masih tidak kita menngerti mengenainya. Dr. howard Howell, seorang pelopor dalam penelitian terhadap enzim, mengajukan sebuah teori yang sangat menarik. Teorinya menyatakan bahwa jumlah enzim yang dapat diproduksiboleh suatu makhluk hidup selama hidupnya telah ditentukan sebelumnya. Dr. Howell menyebut jumlah tetap enzim tubuh ini sebagai “potensi enzim”.

Saya menjalani gaya hidup sehat ini dan selama bertahun-tahun menjalani praktik kedokteran, tidak pernah sekalipun saya jatuh sakit. Pertama dan terakhir kalinya saya menerima perawatan medis dari seorang dokter adalah pada usia 19 tahun, pada saat terserang flu. Sekarang dalam usia 70-an, saya masih bekerja dalam lingkungan kedokteran, baik di Amerika maupun Jepang.

Setelah melihat efek-efek positif gaya hidup ini melalui pengalaman saya sendiri, saya pun menganjurkan para pasien saya untuk ikut mempraktikannya. Hasilnya bagi para pasien saya sangat mengagumkan, jauh melebihi hasil saya sendiri. Contohnya, setelah melatih para pasien saya untuk memahami dan mengikuti gaya hidup ini, saya mengamati tingkat kembalinya kanker di antara mereka menurun menjadi NOL.

Walaupun ilmu kedokteran modern sering dipraktikkan seolah-olah tubuh adalah sebuah mesin yang terdiri dari bagian-bagian yang terpisah, sesungguhnya tubuh manusia adalah sebuah unit kesatuan yang segalanya saling berhubungan. Contohnya, efek sebuah lubang yang tidak ditambal pada satu gigi saja akan menyebar ke seluruh tubuh. Sama halnya makanan yang tidak dikunyah dengan benar akan membebani lambung dan usus, menyulitkan pencernaan, menghambat penyerapan nutrisi-nutrisi vital, dan berakibat pada berbagai masalah di seluruh tubuh.

Kesehatan kita didukung oleh berbagai tindakan yang berlangsung secara biasa dalam kehidupan kita sehari-hari : makan, minum, olahraga, istirahat, tidur, dan menjaga keadaan pikiran yang prima. Jika suatu masalah muncul dalam salah satu dari bidang ini, masalah itu akan mempengaruhi seluruh tubuh. Dengan adanya saling keterkaitan yang sangat rumit dalam tubuh manusia, enzim pangkal menjalankan fungsi untuk menjaga HOMEOSTATIS tubuh, yaitu keseimbangan yang dibutuhkan untuk hidup yang sehat.

Sayangnya masyarakat modern kini dibanjiri oleh faktor-faktor yang mengonsumsi enzim pangkal yang berharga. Alkohol, tembakau, obat-obatan, bahan tambahan makanan, zat-zat kimia pertanian, polusi lingkungan, gelombang elektromagnet, dan stress secara emosi adalah beberapa faktor yang dapat menguras enzim pangkal ini.

Kadar enzim pangkal berkurang bersamaan dengan bertambahnya usia.
Pada saat Potensi Enzim telah habis, hidup tubuh itu pun berakhir, dr Howard Howell.
Kata-kata bijak yang mengatakan “makan, minum, dan bergembiralah karena esok hari engkau akan mati” perlu diperbarui. Saya menyarankan anda agar : “makan dan minum lah dengan bijaksana, dan hidup gembira hari ini, esok hari, dan esok hari lagi.” Saya Akan mengatakan kepada anda bagaimana caranya.

Tags: ,

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.