Banyak cara untuk menyembuhkan atau mencegah penyakit. Secara tradisional, orang cenderung  mengonsumsi obat-obatan atau – jika tidak mempan – melakukan operasi untuk menyembuhkan penyakit kronis yang diderita. Padahal ada alternatif lain yang lebih aman dan ramah lingkungan.

Menurut Dr. Jonathan Wood dalam situs Exercise is Medicine, sebelum mengurai arti istilah “olahraga adalah obat” ada baiknya kita membahas konsep “obat” itu sendiri. Menurut definisinya obat adalah:
• Sesuatu yang kita konsumsi agar kita merasa lebih baik saat sakit (contoh: pil, jamu, tablet)
• Tindakan (medis atau non-medis) saat pil tidak bisa menyembuhkan penyakit Anda (contoh: pembedahan, terapi. dsb)
• Tindakan untuk mendeteksi atau mencegah penyakit (contoh: imunisasi, mammograms, dsb)

Jika ada aktifitas yang memenuhi ketiga syarat di atas, akankah kita menyebutnya sebagai “obat”?

Meningkatkan vitalitas tubuh melalui olahraga memenuhi ketiga syarat di atas! Jadi tidak salah jika kita menggolongkan olahraga sebagai obat.

Konsep ini menjadi fokus penelitian lembaga pendidikan olahraga dan kesehatan Amerika, American College of Sports Medicine. Mereka ingin meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berolahraga dengan memaparkan bukti-bukti ilmiah manfaat olahraga bagi kesehatan, perawatan serta pencegahan penyakit kronis.

Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization) pada 2004, kekurangan aktifitas fisik berada pada rangking ke-4 penyebab kematian global setelah faktor tekanan darah, konsumsi tembakau, dan faktor gula darah.

Masyarakat saat ini berada dalam kondisi kekurangan aktifitas fisik yang parah, namun masih sedikit penduduk di Amerika, bahkan di dunia, yang menyadari hal ini.

Beberapa fakta yang perlu Anda ketahui:
• Orang dewasa dan mereka yang sudah melewati masa remaja menghabiskan waktu hampir 8 jam setiap hari dalam kondisi kurang gerak (sedentary behaviors)
• 36% orang dewasa melakukan kegiatan yang tidak memiliki waktu istirahat atau waktu “refreshing”
• Orang yang kekurangan aktifitas fisik memiliki risiko kematian lebih tinggi dibanding mereka yang agak atau mendekati level obesitas
• Orang yang aktif sebelum berusia 80 tahun lebih panjang umur dibanding mereka yang tidak aktif sebelum berusia 60 tahun
• Pasien yang kekurangan aktifitas fisik memiliki risiko kematian lebih tinggi dibandingkan pasien yang merokok, kegemukan, bertekanan darah tinggi atau memiliki tingkat kolesterol tinggi
• Aktifitas fisik secara teratur terbukti secara ilimiah mampu mengurangi risiko penyakit kronis secara signifikan, meliputi penyakit:
- Kanker Colon  – berkurang lebih dari 60%
- Stroke – berkurang hingga 27%
- Penyakit jantung dan tekanan darah tinggi – berkurang hingga 40%
- Diabetes tipe II – berkurang hingga 58%
- Penyakit Alzheimer – berkurang hingga 40% dan masih banyak lagi.

Aktifitas fisik secara teratur pada usia akil balik juga terbukti mampu meningkatkan kecerdasan anak, memperbaiki sikap dan prilaku mereka di kelas, serta menjadikan mereka lebih disiplin terutama bagi anak yang masih di sekolah dasar.

Jadi olahraga bukan hanya menjadi obat, lebih dari itu, olah raga sangat bermanfaat bagi hidup kita. Walaupun sulit, tidak ada alasan untuk menunda olahraga mulai dari sekarang!

Tags: , ,

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.