Proses Pengendalian Hama & Penyakit
Cara bertani padi secara SRI (System of Rice Intensification) selain untuk meningkatkan produksi padi dengan memanfaatkan bahan-bahan organik yang ramah lingkungan, relatif murah, mudah diperoleh, juga untuk memperbaiki struktur maupun kondisi lahan persawahan secara berkesinambungan. Artinya dengan ber SRI, kita bukan saja dapat mempertahankan tingkat produktifitas padi yang tinggi, tetapi juga [...]

Continue reading about Budidaya Padi Organik Metoda SRI, Proses Pengendalian Hama & Penyakit (7)

Proses Pemupukan
Penerapan pemakaian yang tinggi dari pupuk , pestisida dan insektisida kimia pada lahan sawah untuk pertanian padi selama ini yang tidak terkendali sudah memberikan dampak sangat negative pada kesuburan lahan sawah kita. Baik secara struktur fisik tanah maupun secara bioorganisme tanah , tanah sawah kita kebanyakan mengalami tingkat kerusakan yang tinggi . hal ini [...]

Continue reading about Budidaya Padi Organik Metoda SRI, Proses Pemupukan (6)

Proses pemeliharaan.
a.    Selama bertanipadi secara SRI, kondisi tanah petak sawah hanya lembab dan macak-macak hingga 2 pekan sebelum panen baru benar-benar dikeringkan sama sekali.
b.    Bila bibit yang ditanam ada yang rusak atau kurang baik pertumbuhannya dalam 10 hari pertama setelah penanaman, lakukanlah penyulaman. Penyulaman harus dilakukan hati-hati jangan sampai ada akar yang rusak, prosedur dan [...]

Continue reading about Budidaya Padi Organik Metoda SRI, Proses Pemeliharaan (5)

Proses penanaman bibit padi
a.    Pada saat penanaman bibit padi ke petak sawah, kondisi petak sawah tidak boleh tergenang tetapi hanya macak-macak saja. Lama jarak waktu dari pencabutan bibit padi dari persemaian hinggga ke penanaman di petak sawah tidak boleh melebihi 15 menit. Penundaan penanaman lebih dari 15 menit dapat menurunkan kemampuan pertumbuhan anakan rumpun padi.
b.    [...]

Continue reading about Budidaya Padi Organik Metoda SRI, Penanaman Bibit Padi Organik (4)

Proses Pengolahan Lahan
a.    Kondisi lahan sawah kita umumnya sudah miskin bahan organik dan banyak residu pupuk kimia serta pestisida kimia, sehingga lahan miskin unsure hara dan agregatnya sangat kuat. Karena itu perlu dimasukkan bahan-bahan organik minimal sama volume dan bobotnya dengan yang keluar dari sawah (jerami dan padi) atau setara 7-10 ton kompos/ha. Jerami dan [...]

Continue reading about Budidaya Padi Organik Metoda SRI, Pengolahan Lahan (3)

admin on June 21st, 2011

Proses pembibitan
Tahapan proses pembibitan dimulai dari proses pemilihan (seleksi) bibit padi serta penyemaian sebagaimana uraian berikut :
a. Siapkan air tawar dalam ember secukupnya lalu masukkan sebutir telur ayam/bebek, kemudian secara perlahan-lahan masukkan garam dapur sambil diaduk-aduk dengan hati-hati sehingga telur yang semula tenggelam akhirnya terapung. Artinya air tersebut sudah siap dipakai untuk seleksi bibit [...]

Continue reading about Budidaya Padi Organik Metoda SRI, Pembibitan (2)

admin on June 14th, 2011

SRI (system of rice intensification) merupakan budidaya padi yang pada awalnya diteliti dan dikembangkan sejak 20 tahun lalu di Madagascar dimana kondisi dan keadaannya tidak jauh beda dengan Indonesia. Cara budidaya SRI sebenarnya tidak asing bagi petani kita, karena sebagian besar prosesnya sudah dipahami dan biasa dilakukan petani.
Metode SRI ini dinamakan bersawah organik [...]

Continue reading about Budidaya Padi Organik Metoda SRI (1)

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Departemen Pertanian menyediakan anggaran Rp 19 miliar untuk sistem tanam padi organik metode System Rice Intensification (SRI).
Anggaran dari APBN 2007 itu akan diberikan dalam bentuk penyediaan mesin pembuat kompos sebanyak 80 unit. Sebelumnya pemerintah menganggarkan dana Rp 3 miliar untuk metode pertanian hemat air ini.
Direktur Pengolahan Lahan, Dirjen Pengolahan Lahan dan Air, Departemen [...]

Continue reading about Pemerintah Anggarkan Rp 19 M Untuk Pertanian SRI Organik